Dua Belas Tahun Puasa Gelar, Brasil Kembali Juarai Copa Amerika

Kemenangan Tim Samba (sebutan timnas Brasil) di Estadio do Maracana bertanding melawan Peru dengan skor akhir 3-1 mencuat ke berbagai media. Mereka dianggap kembali bangkit setelah selama 12 tahun tidak berhasil mendapatkan gelar. Tim dengan Dani Alves sebagai kapten tersebut telah menorehkan lagi namanya dalam sejarah pertandingan sepakbola dunia.

Brasil dengan kostum andalannya kuning hijau itu sudah unggul sejak babak pertama oleh gol dari Everton. Gawang Peru berhasil dibobol pada menit ke-15 yang kemudian membalasnya dengan gol pada menit ke-44. Namun kemudian Gabriel Jesus kembali menyelamatkan tim Samba di menit-menit terakhir babak pertama dan menjadikan skor 2-1.

Para pendukung Togel Brasil mungkin sudah menggigit jari menerima kenyataan tim kesayangan mereka hanya bermain dengan 10 orang di babak kedua. Tapi nyatanya mereka tetap bisa bertahan, bahkan menguatkan keunggulan terhadap Peru dengan gol penalti Richarlison. Skor 3-1 bisa mereka pertahankan, hingga akhir pertandingan dan menjadikan Brasil sebagai juara Copa America 2019.

Fakta-fakta Menarik Seputar Kesuksesan Brasil

Kemenangan Selecao pada Minggu 7 Juli 2019 sebagai juara Copa America 2019 menyisakan beberapa fakta yang menarik untuk diulas. Berikut beberapa diantaranya :

  • Brasil menjadi salah satu diantara lima negara yang berhasil menjadi juara di kandangnya sendiri. Empat negara lainnya yang juga bernasib sama adalah Uruguay, Peru, Kolombia dan Argentina.
  • Timnas Brasil terakhir kali mendapatkan gelar piala Konfederasi Tahun 2013, sehingga kemenangan di Copa America menjadi akhir puasa gelar selama lima tahun terakhir.
  • Everton yang disebut sebagai bomber Brasil menjadi pencetak gol terbanyak bersama dengan pemain Peru Paolo Guerrero dengan total tiga gol
  • Sejak pertama kalinya mereka ikut Copa America, ini adalah penampilan final yang ke-20 kalinya bagi timnas Brasil
  • Brasil menjadi negara ketiga yang terbanyak menjuarai Copa America yakni 9 kali. skor tersebut dibawah Argentina dengan 14 kejuaraan dan Uruguay dengan 15 kejuaraan.

Sejarah 40 Trofi oleh Sang Kapten

Dibalik kesuksesan timnas brasil dalam laga Copa America, terdapat cerita kesuksesan lain yang patut dicatat sejarah. Faktanya, Dani Alves yang menjadi kapten pertandingan menjadi pemain sepak bola pertama yang berhasil mengoleksi sebanyak 40 trofi sepanjang karirnya. Ia pun kali ini berhasil menjadi Pemain Terbaik Copa America 2019.

Selama berkarir sebagai pesepakbola, ini adalah piala Copa America kedua yang berhasil diraihnya. Sekaligus menjadi kejuaraan internasional keempat yang ia raih, selain dua gelar dalam ajang Piala Konfederasi. Sedangkan trofi terbanyak ia dapatkan selama mendukung klub Barcelona sejak tahun 2008, yakni 23 trofi.

Sebelum bergabung dengan Barcelona, ia sudah mengoleksi sebanyak 5 trofi bersama dengan Sevilla. Setelah pindah ke Juventus pada tahun 2016 pun ia juga masih cukup cemerlang, karena berhasil membuat klub itu memboyong dua gelar sekaligus dalam satu musim. Sebelum kemudian ia resmi ditransfer ke klub PSG dan berkarir di liga prancis.

Ketika sudah bergabung di PSG pun ia juga berhasil turut serta mengumpulkan sebanyak enam trofi, dengan dua diantaranya didapatkan sekaligus dalam semusim. Di usianya saat ini yang sudah mencapai 36 tahun, ia bahkan masih sangat antusias untuk menambah koleksi trofinya.

Kemenangan Brasil atas Argentina

Skor 2-0 yang berhasil ditorehkan oleh Tim Samba setelah melawan Argentina tentu menjadi sesuatu yang menarik. Karena keduanya sama-sama dua raksasa sepak bola yang sudah lama dikenal mendominasi gelar. Sayangnya Argentina tidak begitu mudah menerima kenyataan tersebut, terutama oleh Sang Kapten Lionel Messi yang menganggap telah terjadi permainan dibalik pertandingan.

Bisa dikatakan permainan keduanya cukup berimbang karena selisih penguasaan bolanya pun tipis, Argentina 51 persen sedangkan Brasil 49 persen. Tapi Brasil dianggap mampu bermain lebih efektif sehingga kemudian bisa tetap unggul. Yakni brasil mampu bermain dengan penampilan striker yang bagus dalam memanfaatkan peluang dan bermain lebih detil.

Di pihak Argentina, Lionel Messi masih sulit menerima kekalahan terutama oleh sikap Roddy Zambrano yang dianggap lebih berpihak kepada Brasil. Ia yang di pertandingan sebelumnya selalu memanfaatkan VAR (Video Assistant Referee), dengan sedikit aneh tak menggunakannya sekalipun dalam pertandingan Argentina melawan Brasil.

Messi menganggap hal itu yang menyebabkan kemudian banyak pelanggaran terhadap tim mereka lolos oleh teguran wasit. Pemain terbaik di dunia itu pun merasa sangat kesal dan menuding bahwa telah terjadi korupsi dalam laga Copa America kali ini. Bahkan ia berharap supaya CONMEBOL segera menindaklanjuti masalah kinerja dari Roddy Zambrano tersebut. Terlepas apakah memang wasit telah berpihak kepada salah satu pihak atau tidak, Brasil patut menjadi juara karena didukung oleh pemain-pemain terbaik. Allison Becker sebagai kiper yang hanya kebobolan ketika final maupun striker-striker handal, seperti Roberto Firmino dan Everton.

Dewi Fortuna Selalu Mendampingi Sejarah Real Madrid

Sepak bola menjadi olahraga yang paling populer hingga saat ini dibanding jenis olahraga lain. Sifatnya yang merakyat dan selalu fenomenal menjadikannya semakin berkembang. Olahraga yang menggunakan bola dalam permainannya ini bisa dimainkan oleh siapa pun, baik tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita, atau sebagainya. Bagi yang menyukai olahraga ini, selalu saja ada efuria yang didapatkan saat memainkan.

Berbicara soal sepak bola, banyak sekali klub-klub sepak bola yang berdiri. Real Madrid menjadi salah satu klub bola di deretan klub terkenal dunia. Permainannya yang selalu ciamik di lapangan menjadikan fans klub bola ini tak pernah sepi. Banyak pemain legenda dunia yang lahir dari klub ini, mulai dari awal terbentuknya hingga sekarang.

Pada permulaannya permainan sepak bola tak terlalu dikenal di Spanyol, tak seperti di negeri penciptanya, yaitu Inggris. Karena alasan inilah yang menyebabkan beberapa pelajar dan profesor dari Intitusion Libre de Esenanza mendirikan klub bola di kampusnya, bernama Footbal Club Sky pada 1897. Demi mempopulerkan olahraga sepak bola ini, mereka menggelar latihan bersama data sgp setiap Minggu pagi.

Namun pada tahun 1900 klub ini terpecah menjadi dua, yaitu menjadi New Football de Madrid dan Club Espanol de Madrid. Tetapi siapa sangka, malahan beberapa tahun kemudian, klub sepak bola Espanol de Madrid terpecah lagi. Salah satunya adalah Madrid Football Club yang terbentuk pada 6 Maret 1902. Kemudian di masa datang dikenal sebagai Real Madrid.

Penampilan Pertama Klub Madrid

Julian Palacios merupakan orang yang paling berjasa dalam klub sepak bola ini. Julian Palacios memikirkan, membentuk, dan menentukan tim utama Madrid hingga pada akhirnya dilanjutkan oleh Padros. Ini merupakan cikal bakal Madrid menjadi klub yang cukup merajai berbagai pertandingan yang digelar. Berkat pemainnya yang berbakat dan mumpuni membuatnya selalu menang di setiap pertandingan.

Karena meningkatnya antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap permainan sepak bola, terutama karena perkembangan Madrid. Kemudian Raja Aflonso XIII menanggapi permintaan itu dan menggelar turnamen sepak bola pertama yang pada akhirnya dikembangkan dengan nama Copa del Rey. Lima klub mendaftarkan dirinya dalam pertandingan itu.

Berkat seragam yang berwarna dominan biru-putih menjadikan sebagai ciri khas. Bahkan, karena memenangkan setiap pertandingan hingga dapat memperoleh tiga gelar berturut-turut. Prestasi ini ada berkat naungan pelatih pertamanya, yaitu Arthur Johnson yang diberi amanat klub sejak 1905 sampai 1907. Kemenangan-kemenangan ini sebagai pertanda gemilangnya prestasi Klub Real Madrid.

Perkembangannya yang tak terduga pada Madrid menjadikan Juan Padros mengorganisasikan mengadakan sebuah pertandingan internasional. Seluruh biaya ditanggungnya dan mendatangkan tim Gallia Sport yang berasal dari Paris. Pertandingan ini menjadi pertandingan internasional yang pernah digelar Madrid dalam sejarahnya di dunia sepak bola.

Stadion Baru Bagi Madrid

Akibat dari antusiasme warga Madrid dan sekitarnya dalam menonton pertandingan, bahkan di setiap permainan kendang. Fans dari lawan yang tak kalah ramai menjadikan lapangan selalu sesak penonton. Hal ini mengakibatkan diharuskannya perluasan lapangan dan kapasitas penonton, kemudian terbangunlah Stadion O’Donell.

Adanya stadion ini memberikan pemasukan besar bagi klub dan melambungkan reputasinya di dunia sepak bola. Hingga pada akhirnya kerajaan Spanyol pada 1920 memberikan tambahan nama pada klub Madrid, dengan tambahan kata “Real” namanya menjadi Real Madrid.

Pengalamannya dalam mengadakan pertandingan internasional yang selalu berhasil ditandai dengan membludaknya penonton. Fenomena ini terjadi berulang kali hingga menyebabkan manajemen tim berpikir berulang untuk membenahinya, agar Stadion O’Donnell mampu menampung penonton yang semakin membludak. Karena terasa semakin sempit dan kecil, akhirnya diputuskan untuk memindahkan stadion saja.

Stadion Ciudad Linel menjadi pengalaman pertama bagi Klub Real Madrid berpindah kandang untuk merasakan tempat yang lebih leluasa. Namun itu tak bertahan lama, karena harus berpindah lagi ke stadion baru di Charmatin. Belasan ribu penonton bisa ditampung di stadion itu di setiap pertandingan yang digelar.

Status Legenda Melekat pada Klub Real Madrid

Di bawah kepemimpinan presiden klub Santiago Bernabeu Yeste klub sepak bola Real Madrid mendapatkan status sebagai klub legendaris. Jasanya tak kalah besar karena berhasil membangun Stadion Charmatin dan Ciudad Deportiva yang porak poranda akibat perang sipil yang terjadi. Selalu saja nasibnya berkata mujur, seakan Dewi Fortuna melekatkan keberuntungan pada klub ini.

Mulai pada tahun 1953, Santiago Bernabeu Yeste mulai mengdegradasi pemainnya dengan mendatangkan pemain terbaik dari berbagai dunia untuk memperkuat tim. Alfredo di Stefano, pemain kelahiran Argentina yang menjadi pemain bintang di Spanyol inilah yang terpilih. Momen ini menjadikan Klub Real Madrid memiliki sejarah sebagai klub multinasional pertama di dunia. Popularistasnya semakin meningkat ketika berhasil memenangkan ajang perlombaan bergengsi dari Copa Del Rey, La Liga, hingga Liga Champions Eropa. Semua disabetnya dengan elegan memenangkan pada juara pertama. Bahkan pada tahun 2000, FIFA menobatkan Klub Sepak Bola Real Madrid sebagai tim sepak bola terbaik abad ke-20.

Kerjasama dengan Rakuten, Barcelona Dijadwalkan Tour ke Jepang

Dalam dunia olahraga terutama sepak bola berulang kali terjadi kerja sama. Biasanya kerjasama ini erat kaitannya dengan sponsor klub sepak bola88. Bukan rahasia umum lagi apabila klub sepak bola bekerja sama dengan sebuah sponsor dalam perjalanannya. Apalagi di jaman sekarang peran sponsor sangat vital. Sponsorship disebut-sebut sebagai nyawa dari sebuah klub.

Kontrak kerjasama dengan sponsorship umumnya juga memiliki nilai yang tinggi. Nilainya juga bisa menyamai kontrak yang dihasilkan dari penjualan tiket, kontrak televisi, sampai hadiah kompetisi. Tanpa adanya sponsor yang memberikan bantuan finansial kepada klub bisa jadi klub tersebut akan mengalami kesulitan terutama ketika meraih prestasi di lapangan di dalam maupun di luar negeri.

Tidak hanya itu, permasalahan yang kerap dialami oleh kebanyakan klub ialah keteteran apabila dana yang didapat hanya berasal dari satu pihak saja. Dalam jangka panjang klub sepak bola haruslah berkembang sehingga membutuhkan suntikan dana yang lebih besar pula. Faktanya di dalam perjalannya, sebuah klub sepak bola modern akan selalu didukung oleh sponsor besar.

Singkat kata, apabila dana dari sponsor mengalir dengan lancar klub bisa membeli pemain sehingga mereka dalam memperkuat klub. Tidak hanya itu saja, dana dari kerja sama dengan pihak sponsor tersebut juga digunakan untuk membayar sewa stadion maupun promosi. Salah satunya seperti yang dialami oleh klub ternama Barcelona yang bekerja sama dengan Rakuten.

Awal Kerjasama Barcelona dengan Rakuten

Dalam sebuah kerjasama sponsor dengan sebuah klub sepak bola pastilah ada timbal balik diantara keduanya. Bila klub mendapat suntikan dana sesuai dengan nilai kontrak yang disepakati, lain halnya dengan yang didapat oleh pihak pemberi sponsor. Salah satu contohnya ialah pihak sponsor lebih mudah mempromosikan produk mereka. Inilah yang terjadi antara Barcelona dengan Rakuten.

Selama ini nama sponsor klub umumnya kerapkali dijumpai pada kostum pemain di masing-masing klub itu sendiri. Sebagian lainnya, memasang produk sponsor pada bagian sarana atau media klub sehingga klub tidak perlu menempelkan sponsor pada bagian kostum yang digunakan saat bertanding. Lantas, bagaimana dengan klub sepak bola Bercelona dengan Rakuten?

Kontrak kerjasama antara Rakuten dan Bacelona terjadi pada beberapa tahun silam tepatnya pada November 2016. Kontrak kerjasama ini disahkan di Auditorium 1899, Barcelona. Selang beberapa hari setelah kontrak kerjasama disepakati kedua belak pihak, kabar tersebut menjadi topik perbincangan netizen di beberapa negara termasuk di Indonesia. Dalam pengumuman kontrak kerjasama tersebut ada yang menarik.

Rupanya, pada pengumuman kerja sama ini terdapat nama-nama populer seperti Josep Maria Bartemeu yang merupakan Presiden FC Barcelona. Tidak hanya itu saja, CEO Rakuten sendiri yaitu Hiroshi Mikitani juga hadir dalam kesempatan emas tersebut. Masih dalam kesempatan yang sama, pengumuman kerjasama Rakutan dengan Barcelona juga dihadiri Manel Arroyo dan media besar lainnya.

Pada saat itu, kontrak kerja sama ini digadang-gadang membuat Barca menjadi salah satu klub yang terdepan di kelasnya. Awal penyematan logo Rakuten pada jersey Barca dimulai pada tahun 2017 atau 2018. Kontrak ini konon dikabarkan berlangsung sampai empat musim. Meski begitu, kontrak ada kemungkinan diperpanjang apabila performa Barca meningkat.

Perjalanan Kontrak Kerjasama Barcelona Rakuten

Kabarnya perjalanan kontrak kerjasama antara Barcelona dan Rakuten memiliki nilai hingga miliaran rupiah. Bila dilihat dari angkanya, nilai dari kerjasama tersebut berada di kisaran 782 miliar rupiah atau setara dengan 47 juta pound sterling. Nilai ini merupakan penjumlahan dalam kurun waktu satu tahun. Sehingga dalam empat musim total yang didapat mencapai 3,1 triliun.

Menariknya, berkat kerjasama dengan Rakuten Barca mampu memepet Real Madrid untuk urusan kekayaan di tahun 2015 silam. Perjalanan kontrak kerjasama istimewa ini juga mengantarkan Barcelona untuk tour ke Jepang. Rakuten sendiri merupakan salah satu perusahaan internet sekaligus perdagangan elektronik yang berpusat di Tokyo, Jepang. Perusahaan ini sudah ada sejak tahun 1997 silam.

Meski kabar menyebutkan Barcelona gagal menuju musim panas di China, namun kabar baiknya klub besar ini akan tetap terlibat pada Piala Rakuten yang akan dilaksanakan di Jepang. Pada akhirnya kontrak kerjasama yang membuat Barcelona urung mampir ke China. Bahkan klub tersebut dikabarkan tour ke Jepang pada bulan Juli mendatang.

Menariknya, pada Piala Rakuten 2019 ini Barcelona akan bersanding melawan Chelsea. Kedua klub besar ini dijadwalkan bertanding pada tanggal 23 Juli. Kemudian setelah pertandingan Barcelona juga akan bertemu dengan klub lokal. Pertemuan ini rencananya akan dilakukan pada tanggal 27 Juli atau 4 hari pasca pertandingan Barcelona melawan Chelsea.

Perjalanan Barcelona ke Jepang juga menjadi salah satu bentuk promosi. Mengingat Barcelona sudah menyepakati kerjasama dengan Rakuten. Meski sebelumnya dikabarkran Barca dijadwalkan bertemu legendanya dalam agenda tur pramusim Blaugrana dengan tujuan Asia namun hal tersebut konon diurungkan. Apalagi melihat jadwal Barcelona mengisi pertandingan dalam ajang Piala Rakuten 2019.